Sabtu, 27 April 2013 2 komentar

Saat semesta bekerja sama :)

Ya Tuhan aku tidak akan berhenti,
Kemarin malam ikut lomba band. Bukan skala besar, hanya tingkat fakultas saja. Bukan berebut juara, hanya untuk menghibur dan mendekatkan tiga angkatan saja. Tapi hari kemarin terasa sangat berbeda.

Dua minggu persiapan, bukan berarti semuanya lancar dan siap sedia tampil. Sampai hari terakhir, semuanya masih belum jelas. Lagu pertama belum lancar, lagu kedua endingnya masih belum selesai dan akhirnya latihan di depan ruang tutor disela-sela kuliah. Pulang kuliah menyempatkan latihan dengan waktu yang hanya sejam sudah termasuk untuk check sound. Semuanya tidak mudah. Seperti biasanya disaat-saat mepet, banyak emosi yang terpancing dan akhirnya sempat pada marah-marah. Tapi saya yakin semua itu memang bagian dari sebuah proses dan harus dilewati untuk membuat semua orang menjadi lebih dekat dan kuat. Tuhan udah menentukan kalau kemaren kami harus terkendala di alat musik sampai akhirnya harus pindah studio, Tuhan juga sudah tahu kalau keyboardist kami akan marah karena kegusaran dan ketegangan kami yang membuat kami menjadi tidak terkontrol. Tuhan tahu semua itu terjadi dan memang merencanakan itu semua :)

Tapi malamnya semuanya terbayar. Ya, perjuangan tidur diatas jam 3 karena harus menyelesaikan tugas kuliah setelah latihan band, perjuangan harus merelakan waktu menyelesaikan kewajiban lain karena harus mempersiapkan penampilan kemaren. Ya, semuanya terbayar. Bukan karena penampilan yang kemaren mendapat pujian dari banyak orang tapi karena kemarin adalah penampilan pertamaku bersama sebuah band. Band yang sesungguhnya bukan sekedar menyanyi diiringi alat musik tapi kami menamakan diri kami sebuah band dan kemarin adalah penampilan pertamaku.

Pujian atau sanjungan hanyalah bersifat sementara, tapi perasaan dimana akhirnya kita bisa melawan ketakutan kita dan mencoba hal baru lah yang membuat hari kemarin terasa begitu istimewa. Bukan berarti aku tidak takut sebelum penampilan kemarin. Saya selalu gugup kalau menjelang penampilan. Tapi yang kemarin terasa berbeda. Level rasa takut yang kurasakan seperti berlipat ganda. Dan ketika semua itu selesai bersama hasil yang cukup memuaskan, benar-benar membuka mata saya bahwa saya sudah lewat semua itu. Saya sudah berhasil melewati penampilan band pertama saya dan saya berhasil mengalahkan tantangan diri saya sendiri. Bukan karena pujian nya tapi sebuah perasaan bersyukur yang tidak henti-hentinya terucap menggantikan doa-doa mohon bimbingan yang terus terucap karena perasaan belum siap dalam diri. Dan hari kemarin akan selalu saya ingat. Satu lagi keping puzzle baru yang berhasil kutemukan untuk terus melengkapi puzzle kehidupanku yang akan selesai ketika nanti aku harus kembali ke penciptaku.

Saya mau berhenti nyanyi dulu untuk jangka waktu tertentu. Kalimat ini sempat terucap dariku. Sebulan ini banyak hal yang baru terus mencoba masuk ke dalam hari-hariku. Ikut organisasi baru, menjadi panitia di dua bagian di satu acar sekaligus, project majalah yang tidak tahu kapan akan selesai. Olymphiart datang dan tentu saja lomba menyanyi menjadi satu-satunya yang bisa saya ikuti. Tahun ini angkatan saya mengirimkan wakil melalui hasil seleksi dan saya pun ikut. Termyata saya GAGAL. Bukan karena saya kecewa karena saya tidak lolos, bukan juga menyalahkan semua orang yang ikut dalam proses audisi ini. Jujur saja saya sangat senang dengan hasil ini karena saya tahu dua orang yang akan maju pasti bisa dan saya punya keyakinan yang sangat kuat atas mereka. Tapi rasa menyalahkan diri sendiri karena tidak mengenal suara sendiri lah yang membuat saya menjauh dari dunia itu. Sudah hampir sebulan tidak ada suara nyanyian dikamar kostan, sudah hampir sebulan juga tidak pernah lagi membayangkan saya bisa bernyanyi didepan banyak orang dipanggung yang megah seperti yang sering kulakukan saat mau istirahat malam. Semua itu karena saya selalu diingatkan akan betapa saya tidak bisa mengenal suara saya sendiri sampai tidak bisa memilih lagu yang tepat.

Seringkali saya merasa kesal saat dikampus bertemu dengan teman kuliah dan mereka semua menanyakan "kenapa ga masuk? salah milih lagu sih Gop!" yang membuat saya merasa salah. Tapi saya tidak pernah menyesali semuanya karena saya yakin yang lolos memang lebih baik dari saya.

Dan kemarin sepulang lomba band yang sangat melelahkan tapi super menyenangkan, seorang sahabat mengirim pesan kepada saya

M: Hai, Sigob. Ini nomorku..

S: WOOOII, Sigop woy, bukan sigob. Apa kabar der?

M: Kabar baik gop, lagi dimana? kuliah dimana?

S: Ini baru balik kostan tadi ada lomba band di kampus. Kuliah ya gitulah, ada yang lancar ada juga yang macet.

M: Wah, masih tetap nyanyi ya gop walau udah kuliah.

S; Ya cuma ini jalan buat menghilangkan stress kuliah der, di fk itu dipaksa rajin. Buku bukan buat dibaca sebulah, tapi seminggu, setelahnya harus ganti buku lagi.

M: Iya gop, JANGAN PERNAH BERHENTI NYANYI YA...

....

kami masih terus berkirim pesan sampai akhirnya saya bilang kalau saya mau tidur karena tadi capek sekali. Tapi kata-kata jangan berhenti bernyanyi tadi benar-benar membuat saya terharu. Dia bukanlah teman yang sangat dekat dengan saya, dia bukan orang yang terbaik di kelas, bukan pula pemimpin kami seangkatan tapi saya selalu memiliki kekaguman tersendiri padanya. Sifat nya yang sedikit kikuk tapi malah memancing tawa buat kami, tekadnya yang sangat besar dan ketulusan hatinya yang tidak bisa digantikan oleh apapun, semuanya itu membuat saya sangat menghormatinya. Dan pesannya tadi malam mengingatkanku akan dunia yang selama sebulan ini berusaha kujauhi. Semuanya seperti bekerja sama mengingatkanku akan nikmat yang kurasakan saat bernyanyi.

Bukan karena pujian-pujian yang membuatku bahagia, tapi saat melihat orang lain bisa merasa terhibur, saat orang lain tersenyum saat melihatku sedang memberikan mereka sebuah tampilan. Siapa yang tahu saat ini mereka sedang bingung memikirkan tugas-tugas kuliahnya, atau mereka sedang galau karena skripsi yang tidak kunjung selesai. Siapa pula yang tahu kalau mereka mungkin ada masalah keluarga atau bahkan keuangan. Tapi saat mereka semua bisa gembira, itulah yang membuatku senang untuk meneruskan dunia ini.

Terima kasih dunia, terima kasih sahabat, terima kasih untuk semua kejadian yang sudah direncanakan oleh Yang Maha Kuasa untuk terjadi dan mengingatkanku akan semua yang saya punya yang seharusnya digunakan untuk menjadi berguna.

Dan saya tidak akan berhenti ya Tuhan :)


Jumat, 05 April 2013 0 komentar

Hai :)

Hai  halaman putih, maaf, terlalu banyak kesibukan, terlalu banyak tugas-tugas yang harus dilakukan, terlalu banyak mimpi-mimpi yang perlu dicapai, terlalu banyak pengalaman-pengalaman indah yang tidak layak untuk dilewatkan. Jadi maaf saja kalau aku lupa kepadamu. Seperti biasa, banyak cerita yang harus kuceritakan.

Lihat, bulan terang benderang malam ini. Seterang hatiku karena akhirnya bisa bertemu lagi denganmu. Ya, walaupun aku tahu untuk bertemu secara fisik hampir tidak mungkin terjadi. Tapi aku cuma ingin kau tahu, aku rindu kau. Aku capek dengan semua rutinitas yang menghimpit ini, capek dengan semua tuntutan orang-orang akan sebuah kesempurnaan yang harus didapat oleh calon dokter seperti aku ini, capek dengan tugas-tugas yang sangat menyita waktuku.

Well, bagaimanapun juga, sekarang aku sudah duduk di tahun kedua, semester empat. Aku bukanlah lagi mahasiswa baru yang masih kebingungan dengan semua ini. Aku sudah menjadi seorang senior di kampusku. Hebat sekali bukan, sebutan senior yang begitu mudah didapat. Bukan seperti dulu, aku harus mati-matian menghadapi semua hukuman dan latihan untuk sekedar mendapat sapaan "selamat pagi bang" atau mendapat kehormatan duduk di meja makan yang lebih bagus hanya karena menyandang kata senior itu. Tapi tahukah kau, kampusku tidak sama-sekali menggunakan kata senior itu untuk hal-hal yang tidak berguna seperti waktu di asrama dulu. Kami menggunakan kata kakak dan adik. Manis sekali bukan. Kami bahkan memiliki kata sayang satu sama lain yaitu "KAKAK SAYANG ADIK, ADIK SAYANG KAKAK". Hebat bukan kampusku.

Dua tahun tinggal di kota ini, banyak sekali pengalaman yang kudapat. Seperti yang pernah kukatakan dulu, semakin aku mencoba menjauh, semakin aku suka akan kota ini. Semakin aku suka akan masyarakatnya, tata kota nya, makanannya, semuanya aku suka. Aneh bukan, orang yang sangat sulit untuk menyukai sesuatu seperti aku ini bisa dengan mudahnya hidup di kota ini.

Cukup dulu ceritaku kali ini, singkat ya, tapi maaf aku ada kerjaan lain. Aku janji akan mengunjungimu segera..

Kamis, 15 November 2012 1 komentar

Dariku... (Part 2)

Sekarang aku bisa menjawab semuanya. Sesungguhnya tidak ada alasan mengapa aku memilih kedokteran atau mengapa aku memilih Bandung. Tidak lain adalah tidak bukan karena kecintaanku akan bidang ini. Aku cinta belajar semua ilmu-ilmu yang rumit ini. Tidak sabar rasanya untuk cepat-cepat menjadi dokter dan mengabdikan ilmu yang kudapat. Dan bandung juga memberikanku perasaan cinta yang sangat indah. Cinta akan daerahnya, akan budayanya, akan manusianya, akan bahasanya, akan makanannya. Sulit bagiku untuk tidak jatuh cinta akan kota ini. Dan aku tidak tahu kenapa. Seperti katamu, itu  lah yang disebut cinta.

Bagiku cinta tumbuh secara alami. 
Tanpa bibit yang perlu kau tanam, tanpa perlu pupuk untuk menumbuhkannya..
Dia hanya perlu tanah yang bagus. Tempat yang tepat untuk dia tinggali dan Ia akan tumbuh dengan cepat..
Seperti itulah cinta.
Kau bahkan tidak tahu kalau ia datang. Berakar dan bertumbuh.
Dan kau baru akan tahu, saat dia mulai tumbuh besar dan besar. 
Dan kau bisa memetik buahnya, merasakannya.
Itulah cinta bagiku..

Disini aku tetap memegang janjiku kok. Kau pasti akan heran kalau bertemu denganku. Aku sudah berubah. Aku yang dulunya anak SMA yang urakan, sekarang harus berpakaian luar biasa rapi ke kampus. Tas milikku yang isinya hanya satu buku serbaguna, sekarang dijejali buku-buku tebal dan rumit. Semua aku lakukan dengat senang hati. Hari-hari yang sibuk juga aku hadapi dengan semangat yang tidak pernah habis. Ya karena aku cinta itu. 

Kita mungkin tidak bisa bertemu seperti dulu lagi. tapi percayalah, kalau ada hal yang paling ingin kulakukan sekarang, maka bertemu denganmu adalah jawabnnya. Rindu rasanya mendengar suaramu, melihat tawamu, malihat tangismu, semangatmu, semua yang ada padamu. Dan aku hanya ingin kau tetap yakin dan percaya, aku pasti kembali. Aku pasti datang lagi ketempatmu. Dan aku akan bercerita semua hal yang aku jalani, semua hal yang aku lewati tanpamu. Cerita perjuangan-perjuangan yang harus aku lewati, kisah-kisah kehidupanku yang sungguh akan membuatmu terheran-heran akan aku ceritakan kepadamu. 

Dan yang pasti akan kutunjukkan kepingan-kepingan indah puzzle yang saat ini sedang aku kumpulkan kepadamu. 
Karen aku tahu, kau menyukai segala sesuatu tentang diriku..
Aku Janji...

                                                              *******

Bukit belakang asrama temanku yang baik, cerita ini untukmu kawan..
Rindu sekali mendengar tawamu dalam setiap desiran anginmu, tangismu saat hujan datang.
Sungguh aku rindu..
Soposurungku...


I go to the hill...
when my heart is lonely..
I know I will hear
what I've heard before..
My heart will be blessed..
with the sound of music...
And I'll sing once more..



Nb: 
1. Terima kasih untuk Asrama YASOP, Soposurung yang sudah membinaku sampai aku bisa seperti ini.
2, Terima kasih untuk FK UNPAD dan Jatinangor, ayo kita cari potongan puzzle yang lebih dan lebih indah lagi.
3. Buat Abi yang udah mau baca cerita ini untuk pertama kali... hehe
4. Dan untukmu, kalau kau baca ini. Terima kasih...


0 komentar

Untukmu... (Part 1)

Aku masih ingat saat SMA dulu. Di belakang kelas, aku pernah cerita ke kamu kalau aku bisa masuk ke perguruan tinggi negeri, aku janji mau berusaha lebih keras dan merubah sifat-sifat aku yang kurang baik. Aku mau mengubah pandangan orang kepadaku yang hanyalah seorang anak yang nakal dan malas belajar. Kehidupanku semasa SMA bisa dibilang sangat tidak baik. Hidupku terasa begitu nyaman dan tenag. Bagiku sekolah hanyalah langkah-langkah kecil untukku bisa mencapai dan mendapatkan apa yang aku inginkan. Termasuk jadi mahasiswa. Jadilah aku masuk ke sekolah kita. Sekolah berasrama yang awalnya sangat tidak kuinginkan. Karena ya..kau sendiri pasti tahu bagaimana sifatku yang tidak mau diperintaha taupun diatur. Bukankah pernah kukatakan kepadamu, mahasiswa bukanlah cita-cita yang paling aku inginkan. Tapi bisa hidup berdua saja denganmu. Ya... bersama Tuhan pastinya dan kalau kau mau bersama beberapa orang anak-anak yang akan menemani masa tua kita. Bersamamu dimana aku bisa bebas menceritakan semuanya karena aku tahu, kau tidak pernah menolak untuk mendengarkan cerita-ceritaku, tidak pernah menghindar saat aku memintamu menemuiku, bahkan tidak pernah marah saat aku harus mengucapkan kata-kata yang mungkin menyakiti hatimu. Sungguh aku sangat bahagia bisa memilikimu.

Kamu adalah penghibur, malaikat, sahabat bagiku. 
Setiap aku bertemu denganmu dan melihatmu, jauh didalam hatiku aku selalu bersyukur bisa menemuimu, bisa mengenalmu, bisa berbicara dan berbagi kisah hidupku denganmu. 
Sungguh anugerah luar biasa bisa melihatmu.

Dulu aku juga pernah cerita, aku mau memilih kedokteran sebagai tempatku melanjutkan mencari potongan keping-keping puzzle kehidupanku yang sedang aku coba susun sebaik mungkin. Saat itu aku tidak bisa memberikanmu alasan yang jelas kenapa aku memilih kedokteran, dan kau hanya bisa tertawa mendengarku sambil menatapku sinis seolah menunjukkan keraguanmu atas kesombonganku. Saat aku berkata juga kalau aku memilih bandung karena aku yakin tempat itu adalah tujuanku yang tepat, tawamu semakin keras sambil mengatakan keherananmu kepadaku. 

"Aku heran kau mau melanjut ke kedokteran. Tapi okelah, orang bodoh juga bisa bermimpi. Tapi kau bilang kau mau kuliah di Bandung? Apa kau gila? Sudah ambil USU saja!!"

                                    *******

Kita sudah bersama selama 4 tahun. Bukan waktu yang sebentar tapi belum bisa dibilang lama. Semenjak pertama aku melihatmu, kau tidak pernah berubah sedikitpun. Tetap dengan kesederhanaanmu, kepolosanmu, ketegaranmu, kebaikanmu dan kesabaranmu menghadapiku selama 3 tahun kehidupan kita bersama. Kau sosok yang sangat pintar. Kau mampu memberikan jawaban atas setiap pertanyaanku. Sedangkan aku, aku hanyalah anak malas, anak bermasalah yang hanya mampu tidur saja disekolah, bagiku guru bukan siapa-siapa, melanggar peraturan menjadi makananku sehari-hari. Aku bukanlah siswa yang baik. Aku hanya selalu menjadi beban bagi siapapun yang menemuiku.

"Mimpi tidak bisa ditentukan oleh siapapun, 
tidak bisa dibatasi oleh apapun, tidak oleh langit, tidak oleh dasar lautan yang dalam.
Kematian satu-satunya hal yang bisa memisahkanmu dari mimpimu.
Jadi jangan takut bermimpi. 
Mimpimu tidak berbatas bintang dilangit.
Batasnya adalah dirimu sendiri. 
Saat kau berhenti bermimpi, batasan mimpimu sudah kau capai.
Jadi jangan berhenti bermimpi..."

Tapi apakah kau ingat cerita kita tepat sehari sebelum UJian Nasional?. Aku bercerita tentang keberuntungan yang kudapat saat aku bisa masuk ke kelas akselerasi walau akhirnya kulepas demi masuk asrama - tapi jadi keputusan yang paling kusyukuri karena aku bisa bertemu denganmu - dan keberuntungan - keberuntungan lain yang terus kuterima termasuk nilai-nilaiku yang bisa masuk jajaran bintang kelas padahal kau tahun betapa malasnya aku belajar, nilai ujian-ujian yang pas-pasan terutama Fisika dan Kimia yang melihat kertas ujiannya saja aku tidak mau. Termasuk saat Ujian Nasional. Tapi aku tidak pernah mencontek, ingat itu.

Hingga tibalah hari itu. Hari dimana datang pengumuman mengenai seleksi undangan. Saat aku datang kepadamu dan meberitahukan kabar ini, dengat semangat kau menganjurkanku untuk mengikutinya. Berbeda 180 derajat saat dulu kau tertawa saat mendengar keinginanku. Saat itu sungguh aku berpikir betapa berharganya dirimu bagiku. Aku sendiri masih ragu, apa mungkin dengan nilai pas-pasan itu aku bisa lulus. Kau bilang "PASTI" dan aku pun mengikuti seleksinya... Untukmu... Kalau kau masih ingat, aku mendaftar tanpa memberitahu orangtuaku karena takut mengecewakan mereka. Dengan uang sakuku sendiri aku mendaftar dan memilih pilihan seperti yang dulu kuceritakan kepadamu. Kau datang dan menyemangatiku. Sungguh mulia hatimu.
     
                                                       *******
Bagiku biologi bukanlah pelajaran yang mudah. Matematika adalah jodohku seperti kataku bangga saat kita duduk berdua saja sore saat gerimis kala itu.  Namun aku masih belum tau kenapa aku tidak memilih menjadi guru matematika dan malahan memilih kedokteran. Aku sendiri masih belum bisa memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Hari itu, malam itu, saat pengumuman hasil seleksi undangan diumumkan dan aku lulus. Ya lulus, dan bukan sekedar lulus. Lulus ke fakultas Kedokteran . Bukan cuma itu, di Bandung. Dua mimpiku lagi-lagi dijawab Tuhan dan aku yakin itu keberuntungan.  Orang pertama yang kuhubungi adalah kau, bukan orang tuamu. Dan kau langsung menangis membuatku tidak mengerti. Air matamu, air matakebahagiaanmuatas diriku, bagiku lebih dari apapun yang aku inginkan di dunia ini sebagai hadiah atas kelulusanku. Dan saat aku mengatakan aku harus ke Bandung, yang artinya kita harus berpisah, kau bukannya sedih malah merasa gembira dan bersemangat untuk persiapan kepergianku. Sungguh aku bingung. Siapa kau ini sebenarnya.







Kamis, 25 Oktober 2012 0 komentar

Satu?

Cara untuk bisa lewat ini semua cuma satu...



 ---IKHLAS---
Sabtu, 25 Agustus 2012 0 komentar

Selamat Ulang Tahun

From many birthday song, you choose Dewi Lestari's one for my birthday today.

Well, you are right indeed, this song describe us so much now.

Thank you...


Ribuan detik kuhabisi
Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti?

Miliaran panah jarak kita
Tak jua tumbuh sayapku
Satu-satunya cara yang ada
Gelombang tuk ku bicara

Tahanlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk dia yang terjaga menantiku

Tengah malamnya lewat sudah
Tiada kejutan tersisa
Aku terlunta, tanpa sarana
Saluran tuk ku bicara

Jangan berjalan, Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Semoga dia masih ada menantiku

Mundurlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang tertahan tuk kuucapkan
Yang harusnya tiba tepat waktunya
Dan rasa cinta yang s'lalu membara
Untuk dia yang terjaga
Menantik


Happy 19th birthday my self



"... Aku tidak tahu kemalangan jenis apa yang menimpa kamu, tapi aku ingin percaya ada insiden yang cukup dahsyat di dunia serba selular ini hingga kamu tidak bisa menghubungiku. Mungkinkah matahari lupa ingatan, lalu keasyikan terbenam atau terlambat terbit? Bahkan kiamat pun hanya berbicara soal arah yang terbalik, bukan soal perubahan jadwal."



Senin, 13 Agustus 2012 0 komentar

Good memories, warm heart...

Sigh..

Menjelang pulang ke Bandung perasaan saya malah jadi campur aduk. Bahagia sih tau kalau akan kembali beraktivitas lagi. Excited karena akhirnya hidup sendiri lagi. Indekost, kuliah lagi yang pastinya padat banget, segudang kegiatan yang udah nunggu-nunggu buat dijalanin. Gak sabar buat mulai semuanya.

Tapi rasa sedih mulai muncul juga pelan-pelan mengingat akan meninggalkan rumah. Saya kira saya sudah cukup kuat untuk bisa ninggalkan rumah. Setahun ini saya belum pernah pulang sama sekali ke rumah dan itu yang membuat rasa kangen yang menumpuk menunggu untuk dihabiskan dirumah. Sebulan ternyata belum cukup bagi saya untuk mengikis habis rasa rindu itu. Ini membuat sangat berat rasanya untuk pergi dari kampung halaman dan kembali ke Bandung buat cita-cita saya.

Kalau melihat setahun ke belakang, saya selalu bilang ke teman-teman sefakultas "nggak kok, belum kangen.Justru karena jarang pulang jadi gak kangen. Kalau sering-sering ketemu malah makin kangen dan pengen pulang". Filosofi ini saya bilang bukan main-main.Pengalaman hidup 3 tahun di asrama menjadi acuan saya. Saya yang notabene rumahnya dekat dengan asrama dan frekwensi pulangnya lebih banyak dari teman-teman yang lain yang berasal dari Nias, Pekanbaru atau Jakarta malahan membuat saya ingin terus "pulang dari asrama" karena merasa waktu dan jarak yang dibutuhkan sangan sedikit. (Pulang dalam arti berkunjung. Asrama is my home for those 3 years and I love my home). Jadilah saya setahun menjadi "kuncen" Bale kata temen-temen. Jarang pulang, jarang keluar dari bale. Kalaupun ada libur atau waktu kosong, saya lebih memilih untuk tetap di bale daripada jalan-jalan keluar. Lebih memilih tiduran daripada main. Yang saya tidak tahu ternyata rasa rindu itu wal;au gak muncul tapi tetap ada dan menumpuk menjadi banyak.

Tibalah waktu saya pulang kampung, sampai di Medan, saya seperti orang gila yang sudah lama tidak ketemu dengan makanan. Begitu saya sampai, yang saya cari-cari langsung makanan khas daerah saya. Bukan keluarga. Hahaha.... Jadilah saya makan lagi BPK (B*** Panggang Karo), arsik, saksang dengan gilanya karena sudah setahun tidak makan makanan itu. Ini berefek dengan tubuh saya yang sepertinya berbanding terbalik dengan kegiatan dan pergerakan saya. Alhasil membesarlah perut dan tubuh oleh timbunan lemak. Tapi ya sudahlah, buat persediaan setahun pikir saya.

Keluarga menjadi hal kedua yang saya sangat rindukan. Dalam hal ini keluarga saya ada 2:

1. Keluarga Kandung

Pulang kerumah bagi banyak orang menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu. Rindu akan runangan-ruangan yang ada dirumah, rindu kamar sendiri, rindu dapur bahkan rindu kamar mandi mungkin menjadi alasan banyak orang untuk cepat-cepat kembali ke rumah. Tapi tidak dengan saya. Saya pulang ke rumah yang sama sekali asing bagi saya. Well, tidak asing sekali memang karena saya sudah pernah datang ke rumah ini. Tapi karena keluarga saya pindah kerumah itu saya pun pulang ke rumah baru yang saya tidak kenal bagian dalamnya sama-sekali. Awalnya saya merasa asing.Namun semakin lama, rumah itu semakin terasa akrab dan biasa. Namun malah membuat saya betah dan tidak mau pulang. Kalau dengan anggota keluarga pastinya semua orang tau bagaimana rasanya bertemu dengan keluarga setelah lama berpisah. Demikian juga saya. menghabiskan waktu seefisien mungkin dengan mereka.Nah, sebulan masih terasa kurang dengan mereka. hiks..hiks...

2. Keluargaku YAYASAN SOPOSURUNG

Keluarga yang ini bisa dibilang keluarga 1 1/2 saya. Tidak bisa dibilang keluarga kandung, tapi bukan keluarga kedua saya, mereka kaluarga satu setengah saya. Keluarga yang banyak mengajari saya selama 3 tahun saya di asrama. 3 tahun tapi saya mendapat 79 saudara seangkatan dan lebih dari 800 saudara beda angkatan. Bertepatan dengan reuni 2 dekade Yayasan Soposurung, kami semua berkumpul bersama di asrama untuk merayakannya. Dan kerinduan saya terobati. Namun masih ada kerinduan yang belum terobati yaitu kepada ASRAMA YAYASAN SOPOSURUNG nya sendiri. Rumah saya selama 3 tahun yang selalu membuat saya merinding setiap melewatinya setelah kelaur dari asrama. Saya harus bilang, saya sangat rindu akan asrama dan semua kenangan-kenangan yang pernah ada selama di asrama dulu. Kalau saya ke asrama, tubuh saya seakan bekerja sama dengan sel-sel di otak saya untuk memunculkan reaksi yang membuat saya tidak ingin pulang dan teringat dengan semua kehidupan saya ketika masih di asrama. Sampai sekarang saya masih berat sekali untuk meninggalkan asrama untuk kembali ke Bandung.

Hari ini saya berkunjung lagi ke Soposurung untuk mengantarkan keperluan adik saya yang kebetulan menjadi siswa disana juga. Berjumpa dengan adik saya yang masih kelas 1 dan karantina menjadi hadiah istimewa bagi saya. Saya akan pergi lagi selama setahun yang artinya kami baru bisa bertemu lagi tahun depan. Dia menangis, saya gak tau mau ngapain akhirnya malah memarahi dia sambil bilang kalau dia gak boleh nangis. Hahaha what a bad brother I am..

Well, sampai ketemu tahun depan rumah satu setengah dan saudara-saudara satu setengah ku, you will always be in my heart forever. Selamat berjuang ya Silvi, nothing to be cried about, karena kita tetap abang-adik kan, berpisah 10 tahun juga kita tetap abang - adik dan nanti pasti ketemu lagi.. Tetap semangat..

Terima kasih adik-adik kelas 3 yang sudah menemain saya seharian ini di sekolah, Zulkarnaen, Kapas, Ivry so proud of you guys, terlebih CIRENG, kita udah cerita banyak, will miss you so much sister...

Yang terakhir ialah sahabat-sahabat lama saya waktu zaman SMP, Ira, Radot, Saroha, Tonggus, Tina, Ani, Irawati dan banyak lagi, well so many memory that we have had guys, and It will keep remain in my heart and mind. See you next year with another reunion, another crazy days with all of you. Recalling back past memories memang gak pernah habis kan.. Saya akan tetap ingat nama unik dari kalian Maribak Panjaitan (astinya Jahitan yang terkoyak. Dalam hal ini digunakan sebagai nama seseorang).

Seperti yang saya bilang ke adik saya, nothing to be cried at, or nothing to be regret, 'coz time will pass by but memories still remain. Sweet and good memories will never dies and stay in our heart and make our heart warmer.

I'M READY FOR THE NEXT YEAR IN MEDICAL FACULTY OF PADJADJARAN UNIVERSITY!!!


Senin, 06 Agustus 2012 0 komentar

Rute Angkot

 Well, after a long time there, I even don't know this quite well,

Rute Transportasi Umum Menuju Kampus Unpad Jatinangor

Menjelang pelaksanaan registrasi bagi calon mahasiswa baru Unpad, kami menyajikan rute transportasi umum menuju Kampus Unpad dari sejumlah pintu masuk kota Bandung. Semoga bermanfaat.
Dari Terminal Bis Leuwi Panjang:
Bis Damri Elang- Jatinangor
Rute: Rajawali-Garuda-Sudirman-Soekarno Hatta-Cibiru. Lanjut kendaraan lain (angkot / bus menuju Jatinangor).
Bis Damri Elang-Jatinangor (via Tol)
Rute: Rajawali-Garuda-Sudirman-Soekarno Hatta- Terminal Bis Leuwi Panjang-Soekarno Hatta-Mohammad Toha-Tol Purbaleunyi-Cileunyi-Jatinangor
Dari Kampus Unpad Jl. Dipati Ukur:
Bis Damri Dipati Ukur- Jatinangor – Via tol
Rute: Dipati Ukur- Supratman- Laswi- Pelajar Pejuang-BKR-Mohammad Toha- Tol Purbaleunyi- Cileunyi- Jatinangor
Dari Terminal Angkot Kebon Kelapa:
Bis Damri Kebon Kelapa – Tanjung Sari
Rute: Kebon Kelapa-Pungkur-Karapitan-Lauk Mas-Buah Batu-Banteng-Gajah-Buah Batu-By Pass Soekarno Hatta-Cibiru-Cileunyi–Jatinangor
Dari Terminal Bis Cicaheum:
Bis Bandung-Kuningan, Bandung-Cirebon, Bandung-Indramayu
Rute: Terminal Cicaheum-Jend. AH. Nasution-Ujungberung-Cibiru-Cinunuk-Cileunyi-Jatinangor-Sumedang-Kuningan/Indramayu
Angkutan Kota (Angkot): Cicaheum-Cileunyi
Rute: Terminal Cicaheum- Jend. AH. Nasution-Ujung Berung-Cibiru-Cinunuk-Terminal Cileunyi, dilanjutkan dengan Angkot Jurusan Cileunyi-Sumedang, turun di depan Kampus Unpad.
Dari Stasiun Kereta Api Kebon Kawung:
Angkutan Kota (angkot) St.Hall – Gedebage turun di By Pass (Jl. Soekarno Hatta). Lanjutkan dengan naik Bis Damri Kebon Kelapa-Tanjung Sari turun di Jatinangor. Atau, naik angkot Elang-Cicadas hingga ke Jln. Elang, lanjutkan dengan Bis Damri Elang-Jatinangor.
Dari Bandara Husein Sastranegara:
Tidak ada angkutan umum langsung kecuali taksi untuk keluar dari bandara. Bila tidak menggunakan taksi, kita dapat berjalan kaki terlebih dahulu hingga pertigaan jalan menuju bandara dan Jalan Lintas Husein. Dari pertigaan tersebut, anda dapat menggunakan angkot lintas Husein (berwarna biru muda) hingga ke pertigaan Jalan Pajajaran (Patung/Gerbang). Dari Jalan Pajajaran, anda bisa naik angkot Elang-Cicadas (di seberang patung) hingga ke Jalan Elang, dilanjutkan dengan menggunakan bis Damri Elang-Jatinangor.
Alternatif lain, dari Jalan Pajajaran, naik angkot Ciroyom-Ciburial atau angkot Ciburial-Cicaheum hingga Jalan Dipati Ukur, dilanjutkan dengan menggunakan Bis Damri Dipati Ukur-Jatinangor.
Dari Cimahi:
Bis Explore (Rute: Rute: Cimahi – Baros – Akses Tol Baros – Tol Purbaleunyi – Cileunyi – Raya Jatinangor – Jatinangor
Dari Pintu Tol Cileunyi:
Angkot Cileunyi-Sumedang, turun di depan gerbang lama Unpad.
Travel:
Dari Bandara Soekarno Hatta atau Bandara Halim Perdanakusumah: Kurnia Travel (081321314229)
Dari Bandung (Balubur Town Square)-Jatinangor: Arnes Shuttle
Pool Balubur Town Square (BALTOS) Tamansari Bandung
Blok Dasar 1,0 No. 2
Telpon: 0858.6000.3868, 0821.2112.1293, 022.933.636.79
Pool Jatinangor:
Jl. Raya Jatinangor 190 Desa Cikeruh (sebelum perempatan sayang)
Telpon: 0858.6000.3686, 0821.2112.1239, 022.933.636.97
Rute: [Pool Balubur Town Square] – Pasteur – Tol Padaleunyi – Cileunyi – Jatinangor – [Pool Jatinangor Dekat Pertigaan Sayang]
Dari Jakarta, Tangerang Selatan: Umbara Travel (via Jati Asih, Jati Warna, Pasar Rebo, Pasar Minggu, Cilandak, Fatmawati, Lebak Bulus) Tlp. 021-49005477, 022-61049333
Untuk angkot di Bandung, beberapa trayek beroperasi 24 jam. Sementara di Jatinangor, hanya trayek angkot dengan jurusan Cileunyi-Sumedang yang beroperasi 24 jam. Namun, di beberapa wilayah, ojek juga beroperasi selama 24 jam.
Setelah tiba di Kampus Unpad Jatinangor, anda bisa naik bus dan angkot gratis yang disediakan oleh Unpad, biasanya angkot tersebut mangkal di gerbang Unpad. Selain itu ada pula ojek yang mangkal di beberapa tempat di sekitar Unpad, antara lain, di pangkalan Damri, gerbang lama Unpad dan di beberapa fakultas.
Kamis, 02 Agustus 2012 0 komentar

If only you know this...


Will you find a true love
If you search it inside me?

If you want a perfect attention,
I can't give it,
since I'm not that man that can always take care of you.

If you looking for unselfishly love
I can't give it,
But believe me, I'm trying now.

If you feel that you are being ignored
Believe me
all my mind think about you

If you want me to be beside you always,
I can't
I'm walking in my dream path to be reached which means far away from you

If you feel that I am mean, liar or stupid upon you
I am.
And it depends on you to accept me as I am or not

Above of all this,
Believe me
Love isn't matter of being perfect in every side of it's aspect.

But completing the unbalanced, repair the broken,
bring back the bad side to the good one, reminding each other

That's what LOVE means.
And I'm learning all of them now toward you.

Beleive me, I am trying.

0 komentar

----

This night I recalling again the memory when I started this blog a year ago. Last year, there was a promise that I want to put one post every week at least to this blog to make this blog A REAL BLOG. But in the way I come today, this promise have been forgotten and this blog become really seems forgotten. 

Indeed, I still write so many story, but only few are posted here. So this night I "RECALLING" and "RECYCLING" some of them and try to post it here. So don't wonder if you find a post that dated today but the event have been ended a month ago. There is no word of "late" for writing. Isn't it?
 
;