There are times when i need to be alone,
and i enjoy the feeling that come when i am alone.
Where there is only me, my thoughts and feelings that come together and talk each other.
Feeling talks about the times when life is so hard and how feeling have to face that moment,
when feeling become so bad and sadness and fear comes.
Thought think about moment when it happened with the absence of the thought and make everything bad
Alone gives me chances to think about both of them,
and solve it, all by my self alone and alone...
BECAUSE ALONE CAN BE MY PARTNER TO OPEN MY THOUGHT WIDER
AND GIVE ME A DEEPER FEELING TO THINK ABOUT MY LIFE...
...if you live, live like it is how life should be, don't live in a living that not live...
kata-kata ini tidak sengaja saya baca di status salah seorang teman di jejaring sosial Facebook, yang artinya kurang lebih :
"kalau lo hidup, hiduplah sebagaimana hidup yang seharusnya, jangan hidup itu cuma hidup doang yang lo gak tau maknanya atau bisa dibilang lo hidup tanpa sadar bahwa lo itu hidup"
Saya tersadar saat membaca tulisan ini bahwa saya hidup di dunia ini untuk suatu alasan dan rencana, dan saya harus hidup dengan menghayati, apa gunanya hidup itu dan bagaimana saya harus mengisi hidup saya. Yang saya tahu, hidup itu tidak mudah.
Saya teringat dengan perkataan salah seorang teman saya, saat itu dia sedang main salah satu game yang dulu sangat terkenal, Harvest Moon, lagi main, eh tiba-tiba dia bilang,
"gue mau hidup kayak di Harvest Moon ini, kerja gue tiap hari, bangun, nonton berita tentang cuaca hari ini, bicara ama anjing gue, trus ke kebun, nyiram tanaman gue, kadang nanam ato mecahin batu yang mengganggu di halaman rumah gue, trus gue tinggal muter-muter aja di desa sampai malam, mandi di sumber air panas dan *tarrraaaa..... it's night, gue tinggal tidur lagi yang diawali dengan nulis diary"
dalam hati saya nyambung,
"iya, trus ngumpulin duit, beli ayam ambil telornya, diadu ama ayam lain dan eng..ing...eng.. telurnya jadi emas, beli sapi, perah susunya, beli kuda, kalo butuh duit, pergi ke gua, nambang hasil bumi yang gak habis-habis, nah, hidup lo berlanjut dengan muter-muter di desa cari pasangan hidup, trus nikah dan punya anak,"
masalahnya hidup itu gak semudah itu, kalau kita hidup di dunia yang sebenarnya dengan latar belakang game itu, pasti gak mau ngejalaninya, ngangkat air buat nyiram tanaman yang sebanyak itu gak mudah, dan yang pasti gak seringan yang lo bayangkan seperti di game, mendapatkan uang juga bukan hal yang dengan mudahnya tercapai dengan hasil bumi itu kamu taroh di dalam peti trus uang kamu bertambah (if the way to get money is as easy as that game, i'll take my own box get money everyday.. ). Kita harus berusaha untuk mendapatkan apa yang kita mau dan kita butuhkan. Kehidupan yang mutlak juga membutuhkan orang lain ini juga mengharuskan kita untuk berinteraksi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan yang mungkin kita tidak dapat penuhi sendiri.
Satu hal yang mau saya bilang, sulitnya menjalani hidup itu adalah tanda bahwa anda itu hidup. Perjuangan anda melewati kehidupan ini menandakan bahwa anda berusaha untuk bertahan dan menghargai Yang Maha Kuasa yang telah memberikan anda kesempatan untuk hidup. Dan hidup yang penuh perjuangan itu, akan memberikan anda pelajaran untuk lebih menghargai hidup yang hanya sementara saja kita jalani.
Hidup memang hanya sementara, namun dibalik kesementaraan itu, kita bisa menciptakan kisah yang panjang akan perjalanan hidup kita. Baik itu buruk, baik, susah, senang, sedih, atau perasaan lainnya, menjadi plot cerita kita untuk menyusun kisah itu.
...“Don’t ask what the world needs. Ask what makes you come alive, and go do it. Because what the world needs is people who have come alive.”...
- Howard Thurman-
kata-kata ini tidak sengaja saya baca di status salah seorang teman di jejaring sosial Facebook, yang artinya kurang lebih :
"kalau lo hidup, hiduplah sebagaimana hidup yang seharusnya, jangan hidup itu cuma hidup doang yang lo gak tau maknanya atau bisa dibilang lo hidup tanpa sadar bahwa lo itu hidup"
Saya tersadar saat membaca tulisan ini bahwa saya hidup di dunia ini untuk suatu alasan dan rencana, dan saya harus hidup dengan menghayati, apa gunanya hidup itu dan bagaimana saya harus mengisi hidup saya. Yang saya tahu, hidup itu tidak mudah.
Saya teringat dengan perkataan salah seorang teman saya, saat itu dia sedang main salah satu game yang dulu sangat terkenal, Harvest Moon, lagi main, eh tiba-tiba dia bilang,
"gue mau hidup kayak di Harvest Moon ini, kerja gue tiap hari, bangun, nonton berita tentang cuaca hari ini, bicara ama anjing gue, trus ke kebun, nyiram tanaman gue, kadang nanam ato mecahin batu yang mengganggu di halaman rumah gue, trus gue tinggal muter-muter aja di desa sampai malam, mandi di sumber air panas dan *tarrraaaa..... it's night, gue tinggal tidur lagi yang diawali dengan nulis diary"
dalam hati saya nyambung,
"iya, trus ngumpulin duit, beli ayam ambil telornya, diadu ama ayam lain dan eng..ing...eng.. telurnya jadi emas, beli sapi, perah susunya, beli kuda, kalo butuh duit, pergi ke gua, nambang hasil bumi yang gak habis-habis, nah, hidup lo berlanjut dengan muter-muter di desa cari pasangan hidup, trus nikah dan punya anak,"
masalahnya hidup itu gak semudah itu, kalau kita hidup di dunia yang sebenarnya dengan latar belakang game itu, pasti gak mau ngejalaninya, ngangkat air buat nyiram tanaman yang sebanyak itu gak mudah, dan yang pasti gak seringan yang lo bayangkan seperti di game, mendapatkan uang juga bukan hal yang dengan mudahnya tercapai dengan hasil bumi itu kamu taroh di dalam peti trus uang kamu bertambah (if the way to get money is as easy as that game, i'll take my own box get money everyday.. ). Kita harus berusaha untuk mendapatkan apa yang kita mau dan kita butuhkan. Kehidupan yang mutlak juga membutuhkan orang lain ini juga mengharuskan kita untuk berinteraksi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan yang mungkin kita tidak dapat penuhi sendiri.
Satu hal yang mau saya bilang, sulitnya menjalani hidup itu adalah tanda bahwa anda itu hidup. Perjuangan anda melewati kehidupan ini menandakan bahwa anda berusaha untuk bertahan dan menghargai Yang Maha Kuasa yang telah memberikan anda kesempatan untuk hidup. Dan hidup yang penuh perjuangan itu, akan memberikan anda pelajaran untuk lebih menghargai hidup yang hanya sementara saja kita jalani.
Hidup memang hanya sementara, namun dibalik kesementaraan itu, kita bisa menciptakan kisah yang panjang akan perjalanan hidup kita. Baik itu buruk, baik, susah, senang, sedih, atau perasaan lainnya, menjadi plot cerita kita untuk menyusun kisah itu.
...“Don’t ask what the world needs. Ask what makes you come alive, and go do it. Because what the world needs is people who have come alive.”...
- Howard Thurman-
I never believe in something that unexpected or coincidentally but this story happen in real life and i have to believe this..
Phase kehidupan mahasiswa FK UNPAD itu bisa ditebak (mudah....), fase hidup sekali 3 bulanan yang selalu berulang. Fase ini, selalu berakhir ditandai dengan UTS ataupun UAS, dan UTS atau UAS menjadi klimaks dari segalanya.
Phase kehidupan mahasiswa FK UNPAD itu bisa ditebak (mudah....), fase hidup sekali 3 bulanan yang selalu berulang. Fase ini, selalu berakhir ditandai dengan UTS ataupun UAS, dan UTS atau UAS menjadi klimaks dari segalanya.
Well this is the end of October, and November is just a few hours above..
and i just fell like i trapped on October while the month walk away and left me behind..
don't ask me for asking a November wishes, 'coz October even haven't fulfill his promise about my wished this month
maybe it's because i'm asking for a spontaneously wishes just like i'm wishing a Mercedes with a beautiful girl inside of it plus a homy and beautiful house include within..
so now, what should i ask so that November would give what i want for this time?
for a peace on earth? for a care each other among all of people, for an endless corruption someday will be over?
what a big dream for a little dreamer like me..
maybe what do i can ask is a peace for you who read this expression, and you can share your care for every people you meet, and even stop doing something that maybe feel like a corruption for you and really torture the people around you..
who knows that you will get something like what i've just asked to God,
a Mercedes with a beautiful girl inside of it plus a homy and beautiful house include within..
or maybe a really sincere smile from that people you smile at or care of that can be change with any money you have,
isn't it nice??
and i just fell like i trapped on October while the month walk away and left me behind..
don't ask me for asking a November wishes, 'coz October even haven't fulfill his promise about my wished this month
maybe it's because i'm asking for a spontaneously wishes just like i'm wishing a Mercedes with a beautiful girl inside of it plus a homy and beautiful house include within..
so now, what should i ask so that November would give what i want for this time?
for a peace on earth? for a care each other among all of people, for an endless corruption someday will be over?
what a big dream for a little dreamer like me..
maybe what do i can ask is a peace for you who read this expression, and you can share your care for every people you meet, and even stop doing something that maybe feel like a corruption for you and really torture the people around you..
who knows that you will get something like what i've just asked to God,
a Mercedes with a beautiful girl inside of it plus a homy and beautiful house include within..
or maybe a really sincere smile from that people you smile at or care of that can be change with any money you have,
isn't it nice??
Akhirnya setelah sekian lama vakum dari hobi yang satu ini, menulis, saya bisa menulis lagi di blog ini...
Kesibukan baru saya sebagai mahasiswa benar-benar menyita waktu, tak ada lagi waktu untuk bersantai..
Tak ada lagi kesempatan bahkan untuk sekedar mengadu kalau terkadang aku ingin lari saja dari semua ini. Tantangan yang harus kutempuh kadang terasa lebih berat dari apa yang aku terima sebagai hasil dari kerja kerasku. Yang kudapat hanyalah beban yang semakin bertambah, yang bahan walau sudah kucicil, beban yang datang lebih besar daripada cicilanku... fiuhhh...
Kesibukan baru saya sebagai mahasiswa benar-benar menyita waktu, tak ada lagi waktu untuk bersantai..
Tak ada lagi kesempatan bahkan untuk sekedar mengadu kalau terkadang aku ingin lari saja dari semua ini. Tantangan yang harus kutempuh kadang terasa lebih berat dari apa yang aku terima sebagai hasil dari kerja kerasku. Yang kudapat hanyalah beban yang semakin bertambah, yang bahan walau sudah kucicil, beban yang datang lebih besar daripada cicilanku... fiuhhh...
Pernahkah kau kuanggap sebagai adikku? Tidak, tidak sekalipun aku pernah menganggap mu.
Bukan karena aku tidak mau tapi, bukankah yang dikatakan sebagai seorang adik adalah keturunan yang sama yang terikat hubungan darah karena dilahirkan dari rahim ibu yang sama?
Ataupun aku dan kau punya ayah yang sama, yang mungkin akibat suatu kebiadaban yang terjadi, terlahir dari rahim ibu yang berbeda
Bukan karena aku tidak mau tapi, bukankah yang dikatakan sebagai seorang adik adalah keturunan yang sama yang terikat hubungan darah karena dilahirkan dari rahim ibu yang sama?
Ataupun aku dan kau punya ayah yang sama, yang mungkin akibat suatu kebiadaban yang terjadi, terlahir dari rahim ibu yang berbeda
Rasa kebersamaan kadang datang dengan sendirinya tanpa disadari, keseharian yang dilewatkan bersama, setiap hari melihat muka kalian, bukan rasa jenuh yang datang, namun malah timbul perasaan bahagia bisa berada di antara kalian semua. Jujur belum semua dari kalian aku kenal dan sebaliknya, aku mungkin bukanlah prang yang mudah dikenal dan cepat bergaul, sehingga dikenal oleh kalian semua. Namun rasa bangga yang timbul di hatiku karena bisa bersama-sama dengan kalian, entah mengapa timbul begitu cepat.
Aku mungkin sudah sering cerita kalau dulu aku menamatkan SMA ku di sekolah berasrama, yang menuntut kehidupan militer dan persaudaraan yang tinggi. Di tempat itu, aku menemukan 80 orang baru yang sudah kuanggap sebagai saudara-saudaraku sendiri. 3 tahun aku bersama-sama dengan mereka, melewati hari yang berat sekali bersama mereka, melewati tawa juga bersama mereka, menghasilkan kenangan yang benar-benar gak akan kulupakan seumur hidup.
Jujur aku mengatakan, OPPEK kemaren, bukanlah yang terberat bagiku, masa peloncoku di SMA, yang menuntut kesigapan tingkat tinggi, adalah hal terberat yang pernah aku lalui selama ini. Aku harus tidur jam 3 dan bangun pukul 4 pagi, dilanjutkan dengan hari2 penuh penderitaan tanpa ampun, kulit menggosong, bibir pecah-pecah, bahkan kulit sampai terkelupas sudah pernah kulalui. Tugas-tugasnya bukan hanya keliling-keliling kampus atau naik turun tangga, naik turun gunung harus kulalui saat itu. Hubungan anatara senior dan junior yang sangat tinggi, manghasilkan kedaan yang menuntut kesabaran dan keikhlasan hati yang tinggi saat tubuhmu harus kau relakan jadi korban kanvas keegoisan ataupun balas dendam seorang senior, saat tubuhmu menjadi wadah penyalur aspirasi mereka betapa kesalnya mereka atas apa yang terjadi pada mereka tahun lalu, mereka ingin kami merasakannya juga. Sungguh, hari-hari itu jauh lebih berat.
Bagiku, 7 hari itu belum ada apa-apanya seharusnya kalau dibandingkan dengan 7 hari 3 tahun yang lalu, namun entah mengapa, aku iktu merasakan capek seperti yang kalian rasakan, dan perasaan kebersamaan itu pun tumbuh dengan sangat cepatnya, harus kuakui kalau untuk hal ini, kita menang, saat SMA, butuh berbulan-bulan aku menyadari bahwa aku memiliki keluarga disini. Di tempat sekarang, rasa-rasa yang datang itu cepat sekali ternyata. Gak percaya rasanya masih sampai sekarang bisa bersama kalian disini...
HOWEVER, thanks tho the God for this promise he made to put me here and give me all this stuff indeed, let's face this all.. we can... cause we are STATERA..!!
Salam hangat...!
Well, this is no more about time to think like from 16 going on 17, or acting like a teenager...
Umur 18 adalah umur dimana seseorang bahkan sudah mendapat tuntutan pidana orang dewasa, bukan lagi menjadi tanggungan orang tua.
18.. adalah langkah awal menuju kedewasaan diri, pikiran dan perilaku....
Filosofi mengenai umur seperti sebuah cerita :
Ada satu keluarga yang mengontrak rumah dan akhirnya membeli sebuah apartemen di lantai 60. Apartemen itu memakan waktu sangat lama dalam pembuatannya. Kemudian, tibalah hari yang dinanti. Apartemen dambaan telah jadi dan selesai dengan baik. Dengan semangat dan antusias mereka membawa banyak barang-barang untuk mengisi apartemen mereka. Mereka membawa surat kabar, pakaian, mainan, makanan, kompor, lemari pakaian, tempat tidur, peralatan makan, televisi, alat musik, sabun, teropong, dan banyak sekali barang lain.
"Nanti di atas, kita bisa nonton tv, main video game, masak terus makan masakan buatan sendiri, bisa bersantai sambil mendengarkan musik, bisa meneropong jauh, bersantai, mandi dulu, pokoknya enak deh..." demikian pikir mereka.
Sesampainya mereka di sana, mereka menemui developer. Ternyata, apartemen itu baru setengah jadi dan lift belum terpasang. Mereka sangat kecewa dibuatnya. Mereka ingin pulang ke rumah lama mereka, tapi kontrak mereka sudah habis. Dengan sangat terpaksa, mereka harus tetap naik ke atas sana dan tinggal di dalamnya menggunakan tangga darurat. Mereka naik membawa semua barang mereka menggunakan tangga darurat. tangga demi tangga dilalui, mereka terus maju dengan semangat membara.
Sesampainya mereka di lantai 25 mereka kelelahan, mereka makan dan minum dengan lahapnya. Lalu mereka melihat barang-barang mereka, semuanya utuh. Timbul sebuah pikiran untuk mengurangi barang bawaan mereka. Lalu mereka memutuskan untuk meninggalkan meja telepon dengan teleponnya. "Toh diatas kita tidak perlu telepon atau pesan apa-apa," demikian menurut mereka.
Di lantai 30 mereka tinggalkan baju, mainan dan lemari pakaian mereka. "Toh kita masih memakai baju."
Lalu mereka terus melaju ke lantai 35, mereka masih mengeluh dan memutuskan untuk meninggalkan barang mereka lagi yaitu televisi dan radio serta compo. "Soalnya kita tidak perlu nonton tv, toh acara dan lagu-lagu yang kita punya itu-itu saja."
Teruslah mereka melaju sampai lantai 45, rasanya masih berat dan tidak menyenangkan. Maka mereka tinggalkan kompor dan bahan makanan yang mereka bawa. "Toh tadi masih kenyang makan banyak."
Lalu, di lantai 55 teropong dengan tripod yang sangat besar mereka tinggalkan begitu saja. "Toh di atas mau lihat apa, belum jadi semua tower yang lain."
Sesampainya di lantai 60, mereka masuk dan menyadari yang mereka miliki hanya sebuah kasur. Tidak ada jalan lain, mereka hanya ingin tidur karena tidak ada pilihan lain.
---
Mungkin Anda bingung kenapa perumpamaan ini sangat panjang. Perjalanan itu melambangkan kehidupan. Tiap lantai yang ada, melambangkan umur. Dan Anda adalah keluarga tersebut. Barang-barang tersebut adalah mimpi Anda, barang-barang tersebut adalah perlambang tindakan Anda.
Di umur 25 Anda mulai bekerja dan memutuskan untuk fokus pada pekerjaan Anda, tanpa sadar Anda telah mengeliminasi banyak sahabat potensial. Di umur 30 Anda sudah tidak memperhatikan penampilan dan melupakan hobi Anda akibat sulitnya bersaing. Di umur 35 Anda mulai melupakan kesenangan yang Anda dambakan di hari tua akibat kenyataan bahwa tabungan Anda tidak mencukupi. Di umur 45 Anda berhenti makan makanan yang Anda sukai akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan di usia 25 yang mulai berdampak buruk di usia ini. Di umur 55 Anda benar-benar melupakan keinginan menikmati hari tua dengan memandang indahnya hidup dengan menikmati apa yang Anda lewati, Anda mulai kuatir dengan masa depan anak Anda. Di umur 60, Anda menyesal tidak banyak yang Anda dapat akibat tidak ada mimpi yang direalisasikan. Anda hanya ingin cepat tidur selamanya, karena Anda sudah tidak bisa lagi makan makanan enak, Anda tidak memiliki "achievement" yang bisa dibanggakan, Anda tidak punya siapapun yang menjadi sahabat Anda, Anda tidak bisa menikmati hobi Anda di masa muda, kesehatan badan mengkuatirkan.
Hidup cuma datang sekali. Jadi pastikan, Anda akan berjuang untuk mencaoai mimpi-mimpi Anda! Jangan lepaskan, tapi usahakan. Jangan sampai kita kehabisan pilihan dalam menjalani hidup.
Selamat Ulang Tahun Sigop Elliot Parsaulian Lumbantoruan, I know you have know mhich one the best to do, now it's time to do it.... Fight...
Well, this is no more about time to think like from 16 going on 17, or acting like a teenager...
Umur 18 adalah umur dimana seseorang bahkan sudah mendapat tuntutan pidana orang dewasa, bukan lagi menjadi tanggungan orang tua.
18.. adalah langkah awal menuju kedewasaan diri, pikiran dan perilaku....
Filosofi mengenai umur seperti sebuah cerita :
Ada satu keluarga yang mengontrak rumah dan akhirnya membeli sebuah apartemen di lantai 60. Apartemen itu memakan waktu sangat lama dalam pembuatannya. Kemudian, tibalah hari yang dinanti. Apartemen dambaan telah jadi dan selesai dengan baik. Dengan semangat dan antusias mereka membawa banyak barang-barang untuk mengisi apartemen mereka. Mereka membawa surat kabar, pakaian, mainan, makanan, kompor, lemari pakaian, tempat tidur, peralatan makan, televisi, alat musik, sabun, teropong, dan banyak sekali barang lain.
"Nanti di atas, kita bisa nonton tv, main video game, masak terus makan masakan buatan sendiri, bisa bersantai sambil mendengarkan musik, bisa meneropong jauh, bersantai, mandi dulu, pokoknya enak deh..." demikian pikir mereka.
Sesampainya mereka di sana, mereka menemui developer. Ternyata, apartemen itu baru setengah jadi dan lift belum terpasang. Mereka sangat kecewa dibuatnya. Mereka ingin pulang ke rumah lama mereka, tapi kontrak mereka sudah habis. Dengan sangat terpaksa, mereka harus tetap naik ke atas sana dan tinggal di dalamnya menggunakan tangga darurat. Mereka naik membawa semua barang mereka menggunakan tangga darurat. tangga demi tangga dilalui, mereka terus maju dengan semangat membara.
Sesampainya mereka di lantai 25 mereka kelelahan, mereka makan dan minum dengan lahapnya. Lalu mereka melihat barang-barang mereka, semuanya utuh. Timbul sebuah pikiran untuk mengurangi barang bawaan mereka. Lalu mereka memutuskan untuk meninggalkan meja telepon dengan teleponnya. "Toh diatas kita tidak perlu telepon atau pesan apa-apa," demikian menurut mereka.
Di lantai 30 mereka tinggalkan baju, mainan dan lemari pakaian mereka. "Toh kita masih memakai baju."
Lalu mereka terus melaju ke lantai 35, mereka masih mengeluh dan memutuskan untuk meninggalkan barang mereka lagi yaitu televisi dan radio serta compo. "Soalnya kita tidak perlu nonton tv, toh acara dan lagu-lagu yang kita punya itu-itu saja."
Teruslah mereka melaju sampai lantai 45, rasanya masih berat dan tidak menyenangkan. Maka mereka tinggalkan kompor dan bahan makanan yang mereka bawa. "Toh tadi masih kenyang makan banyak."
Lalu, di lantai 55 teropong dengan tripod yang sangat besar mereka tinggalkan begitu saja. "Toh di atas mau lihat apa, belum jadi semua tower yang lain."
Sesampainya di lantai 60, mereka masuk dan menyadari yang mereka miliki hanya sebuah kasur. Tidak ada jalan lain, mereka hanya ingin tidur karena tidak ada pilihan lain.
---
Mungkin Anda bingung kenapa perumpamaan ini sangat panjang. Perjalanan itu melambangkan kehidupan. Tiap lantai yang ada, melambangkan umur. Dan Anda adalah keluarga tersebut. Barang-barang tersebut adalah mimpi Anda, barang-barang tersebut adalah perlambang tindakan Anda.
Di umur 25 Anda mulai bekerja dan memutuskan untuk fokus pada pekerjaan Anda, tanpa sadar Anda telah mengeliminasi banyak sahabat potensial. Di umur 30 Anda sudah tidak memperhatikan penampilan dan melupakan hobi Anda akibat sulitnya bersaing. Di umur 35 Anda mulai melupakan kesenangan yang Anda dambakan di hari tua akibat kenyataan bahwa tabungan Anda tidak mencukupi. Di umur 45 Anda berhenti makan makanan yang Anda sukai akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan di usia 25 yang mulai berdampak buruk di usia ini. Di umur 55 Anda benar-benar melupakan keinginan menikmati hari tua dengan memandang indahnya hidup dengan menikmati apa yang Anda lewati, Anda mulai kuatir dengan masa depan anak Anda. Di umur 60, Anda menyesal tidak banyak yang Anda dapat akibat tidak ada mimpi yang direalisasikan. Anda hanya ingin cepat tidur selamanya, karena Anda sudah tidak bisa lagi makan makanan enak, Anda tidak memiliki "achievement" yang bisa dibanggakan, Anda tidak punya siapapun yang menjadi sahabat Anda, Anda tidak bisa menikmati hobi Anda di masa muda, kesehatan badan mengkuatirkan.
Hidup cuma datang sekali. Jadi pastikan, Anda akan berjuang untuk mencaoai mimpi-mimpi Anda! Jangan lepaskan, tapi usahakan. Jangan sampai kita kehabisan pilihan dalam menjalani hidup.
Selamat Ulang Tahun Sigop Elliot Parsaulian Lumbantoruan, I know you have know mhich one the best to do, now it's time to do it.... Fight...
Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti bila tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?
Dan saling menyayangi bila ada ruang?
Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tetapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.
Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi.
Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.
Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.
Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.
Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat.
Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
Pegang tanganku,
tapi jangan terlalu erat,
karena aku ingin seiring, bukan digiring.
(taken from Spasi 1998, Filosofi Kopi, Dewi Lestari, penerbit Gagas Media)
Dapatkah ia dimengerti bila tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?
Dan saling menyayangi bila ada ruang?
Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tetapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.
Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi.
Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.
Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.
Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.
Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat.
Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
Pegang tanganku,
tapi jangan terlalu erat,
karena aku ingin seiring, bukan digiring.
(taken from Spasi 1998, Filosofi Kopi, Dewi Lestari, penerbit Gagas Media)
Langganan:
Komentar (Atom)



- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact