Well this is the end of October, and November is just a few hours above..
and i just fell like i trapped on October while the month walk away and left me behind..
don't ask me for asking a November wishes, 'coz October even haven't fulfill his promise about my wished this month
maybe it's because i'm asking for a spontaneously wishes just like i'm wishing a Mercedes with a beautiful girl inside of it plus a homy and beautiful house include within..
so now, what should i ask so that November would give what i want for this time?
for a peace on earth? for a care each other among all of people, for an endless corruption someday will be over?
what a big dream for a little dreamer like me..
maybe what do i can ask is a peace for you who read this expression, and you can share your care for every people you meet, and even stop doing something that maybe feel like a corruption for you and really torture the people around you..
who knows that you will get something like what i've just asked to God,
a Mercedes with a beautiful girl inside of it plus a homy and beautiful house include within..
or maybe a really sincere smile from that people you smile at or care of that can be change with any money you have,
isn't it nice??
Akhirnya setelah sekian lama vakum dari hobi yang satu ini, menulis, saya bisa menulis lagi di blog ini...
Kesibukan baru saya sebagai mahasiswa benar-benar menyita waktu, tak ada lagi waktu untuk bersantai..
Tak ada lagi kesempatan bahkan untuk sekedar mengadu kalau terkadang aku ingin lari saja dari semua ini. Tantangan yang harus kutempuh kadang terasa lebih berat dari apa yang aku terima sebagai hasil dari kerja kerasku. Yang kudapat hanyalah beban yang semakin bertambah, yang bahan walau sudah kucicil, beban yang datang lebih besar daripada cicilanku... fiuhhh...
Kesibukan baru saya sebagai mahasiswa benar-benar menyita waktu, tak ada lagi waktu untuk bersantai..
Tak ada lagi kesempatan bahkan untuk sekedar mengadu kalau terkadang aku ingin lari saja dari semua ini. Tantangan yang harus kutempuh kadang terasa lebih berat dari apa yang aku terima sebagai hasil dari kerja kerasku. Yang kudapat hanyalah beban yang semakin bertambah, yang bahan walau sudah kucicil, beban yang datang lebih besar daripada cicilanku... fiuhhh...
Pernahkah kau kuanggap sebagai adikku? Tidak, tidak sekalipun aku pernah menganggap mu.
Bukan karena aku tidak mau tapi, bukankah yang dikatakan sebagai seorang adik adalah keturunan yang sama yang terikat hubungan darah karena dilahirkan dari rahim ibu yang sama?
Ataupun aku dan kau punya ayah yang sama, yang mungkin akibat suatu kebiadaban yang terjadi, terlahir dari rahim ibu yang berbeda
Bukan karena aku tidak mau tapi, bukankah yang dikatakan sebagai seorang adik adalah keturunan yang sama yang terikat hubungan darah karena dilahirkan dari rahim ibu yang sama?
Ataupun aku dan kau punya ayah yang sama, yang mungkin akibat suatu kebiadaban yang terjadi, terlahir dari rahim ibu yang berbeda
Rasa kebersamaan kadang datang dengan sendirinya tanpa disadari, keseharian yang dilewatkan bersama, setiap hari melihat muka kalian, bukan rasa jenuh yang datang, namun malah timbul perasaan bahagia bisa berada di antara kalian semua. Jujur belum semua dari kalian aku kenal dan sebaliknya, aku mungkin bukanlah prang yang mudah dikenal dan cepat bergaul, sehingga dikenal oleh kalian semua. Namun rasa bangga yang timbul di hatiku karena bisa bersama-sama dengan kalian, entah mengapa timbul begitu cepat.
Aku mungkin sudah sering cerita kalau dulu aku menamatkan SMA ku di sekolah berasrama, yang menuntut kehidupan militer dan persaudaraan yang tinggi. Di tempat itu, aku menemukan 80 orang baru yang sudah kuanggap sebagai saudara-saudaraku sendiri. 3 tahun aku bersama-sama dengan mereka, melewati hari yang berat sekali bersama mereka, melewati tawa juga bersama mereka, menghasilkan kenangan yang benar-benar gak akan kulupakan seumur hidup.
Jujur aku mengatakan, OPPEK kemaren, bukanlah yang terberat bagiku, masa peloncoku di SMA, yang menuntut kesigapan tingkat tinggi, adalah hal terberat yang pernah aku lalui selama ini. Aku harus tidur jam 3 dan bangun pukul 4 pagi, dilanjutkan dengan hari2 penuh penderitaan tanpa ampun, kulit menggosong, bibir pecah-pecah, bahkan kulit sampai terkelupas sudah pernah kulalui. Tugas-tugasnya bukan hanya keliling-keliling kampus atau naik turun tangga, naik turun gunung harus kulalui saat itu. Hubungan anatara senior dan junior yang sangat tinggi, manghasilkan kedaan yang menuntut kesabaran dan keikhlasan hati yang tinggi saat tubuhmu harus kau relakan jadi korban kanvas keegoisan ataupun balas dendam seorang senior, saat tubuhmu menjadi wadah penyalur aspirasi mereka betapa kesalnya mereka atas apa yang terjadi pada mereka tahun lalu, mereka ingin kami merasakannya juga. Sungguh, hari-hari itu jauh lebih berat.
Bagiku, 7 hari itu belum ada apa-apanya seharusnya kalau dibandingkan dengan 7 hari 3 tahun yang lalu, namun entah mengapa, aku iktu merasakan capek seperti yang kalian rasakan, dan perasaan kebersamaan itu pun tumbuh dengan sangat cepatnya, harus kuakui kalau untuk hal ini, kita menang, saat SMA, butuh berbulan-bulan aku menyadari bahwa aku memiliki keluarga disini. Di tempat sekarang, rasa-rasa yang datang itu cepat sekali ternyata. Gak percaya rasanya masih sampai sekarang bisa bersama kalian disini...
HOWEVER, thanks tho the God for this promise he made to put me here and give me all this stuff indeed, let's face this all.. we can... cause we are STATERA..!!
Salam hangat...!
Well, this is no more about time to think like from 16 going on 17, or acting like a teenager...
Umur 18 adalah umur dimana seseorang bahkan sudah mendapat tuntutan pidana orang dewasa, bukan lagi menjadi tanggungan orang tua.
18.. adalah langkah awal menuju kedewasaan diri, pikiran dan perilaku....
Filosofi mengenai umur seperti sebuah cerita :
Ada satu keluarga yang mengontrak rumah dan akhirnya membeli sebuah apartemen di lantai 60. Apartemen itu memakan waktu sangat lama dalam pembuatannya. Kemudian, tibalah hari yang dinanti. Apartemen dambaan telah jadi dan selesai dengan baik. Dengan semangat dan antusias mereka membawa banyak barang-barang untuk mengisi apartemen mereka. Mereka membawa surat kabar, pakaian, mainan, makanan, kompor, lemari pakaian, tempat tidur, peralatan makan, televisi, alat musik, sabun, teropong, dan banyak sekali barang lain.
"Nanti di atas, kita bisa nonton tv, main video game, masak terus makan masakan buatan sendiri, bisa bersantai sambil mendengarkan musik, bisa meneropong jauh, bersantai, mandi dulu, pokoknya enak deh..." demikian pikir mereka.
Sesampainya mereka di sana, mereka menemui developer. Ternyata, apartemen itu baru setengah jadi dan lift belum terpasang. Mereka sangat kecewa dibuatnya. Mereka ingin pulang ke rumah lama mereka, tapi kontrak mereka sudah habis. Dengan sangat terpaksa, mereka harus tetap naik ke atas sana dan tinggal di dalamnya menggunakan tangga darurat. Mereka naik membawa semua barang mereka menggunakan tangga darurat. tangga demi tangga dilalui, mereka terus maju dengan semangat membara.
Sesampainya mereka di lantai 25 mereka kelelahan, mereka makan dan minum dengan lahapnya. Lalu mereka melihat barang-barang mereka, semuanya utuh. Timbul sebuah pikiran untuk mengurangi barang bawaan mereka. Lalu mereka memutuskan untuk meninggalkan meja telepon dengan teleponnya. "Toh diatas kita tidak perlu telepon atau pesan apa-apa," demikian menurut mereka.
Di lantai 30 mereka tinggalkan baju, mainan dan lemari pakaian mereka. "Toh kita masih memakai baju."
Lalu mereka terus melaju ke lantai 35, mereka masih mengeluh dan memutuskan untuk meninggalkan barang mereka lagi yaitu televisi dan radio serta compo. "Soalnya kita tidak perlu nonton tv, toh acara dan lagu-lagu yang kita punya itu-itu saja."
Teruslah mereka melaju sampai lantai 45, rasanya masih berat dan tidak menyenangkan. Maka mereka tinggalkan kompor dan bahan makanan yang mereka bawa. "Toh tadi masih kenyang makan banyak."
Lalu, di lantai 55 teropong dengan tripod yang sangat besar mereka tinggalkan begitu saja. "Toh di atas mau lihat apa, belum jadi semua tower yang lain."
Sesampainya di lantai 60, mereka masuk dan menyadari yang mereka miliki hanya sebuah kasur. Tidak ada jalan lain, mereka hanya ingin tidur karena tidak ada pilihan lain.
---
Mungkin Anda bingung kenapa perumpamaan ini sangat panjang. Perjalanan itu melambangkan kehidupan. Tiap lantai yang ada, melambangkan umur. Dan Anda adalah keluarga tersebut. Barang-barang tersebut adalah mimpi Anda, barang-barang tersebut adalah perlambang tindakan Anda.
Di umur 25 Anda mulai bekerja dan memutuskan untuk fokus pada pekerjaan Anda, tanpa sadar Anda telah mengeliminasi banyak sahabat potensial. Di umur 30 Anda sudah tidak memperhatikan penampilan dan melupakan hobi Anda akibat sulitnya bersaing. Di umur 35 Anda mulai melupakan kesenangan yang Anda dambakan di hari tua akibat kenyataan bahwa tabungan Anda tidak mencukupi. Di umur 45 Anda berhenti makan makanan yang Anda sukai akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan di usia 25 yang mulai berdampak buruk di usia ini. Di umur 55 Anda benar-benar melupakan keinginan menikmati hari tua dengan memandang indahnya hidup dengan menikmati apa yang Anda lewati, Anda mulai kuatir dengan masa depan anak Anda. Di umur 60, Anda menyesal tidak banyak yang Anda dapat akibat tidak ada mimpi yang direalisasikan. Anda hanya ingin cepat tidur selamanya, karena Anda sudah tidak bisa lagi makan makanan enak, Anda tidak memiliki "achievement" yang bisa dibanggakan, Anda tidak punya siapapun yang menjadi sahabat Anda, Anda tidak bisa menikmati hobi Anda di masa muda, kesehatan badan mengkuatirkan.
Hidup cuma datang sekali. Jadi pastikan, Anda akan berjuang untuk mencaoai mimpi-mimpi Anda! Jangan lepaskan, tapi usahakan. Jangan sampai kita kehabisan pilihan dalam menjalani hidup.
Selamat Ulang Tahun Sigop Elliot Parsaulian Lumbantoruan, I know you have know mhich one the best to do, now it's time to do it.... Fight...
Well, this is no more about time to think like from 16 going on 17, or acting like a teenager...
Umur 18 adalah umur dimana seseorang bahkan sudah mendapat tuntutan pidana orang dewasa, bukan lagi menjadi tanggungan orang tua.
18.. adalah langkah awal menuju kedewasaan diri, pikiran dan perilaku....
Filosofi mengenai umur seperti sebuah cerita :
Ada satu keluarga yang mengontrak rumah dan akhirnya membeli sebuah apartemen di lantai 60. Apartemen itu memakan waktu sangat lama dalam pembuatannya. Kemudian, tibalah hari yang dinanti. Apartemen dambaan telah jadi dan selesai dengan baik. Dengan semangat dan antusias mereka membawa banyak barang-barang untuk mengisi apartemen mereka. Mereka membawa surat kabar, pakaian, mainan, makanan, kompor, lemari pakaian, tempat tidur, peralatan makan, televisi, alat musik, sabun, teropong, dan banyak sekali barang lain.
"Nanti di atas, kita bisa nonton tv, main video game, masak terus makan masakan buatan sendiri, bisa bersantai sambil mendengarkan musik, bisa meneropong jauh, bersantai, mandi dulu, pokoknya enak deh..." demikian pikir mereka.
Sesampainya mereka di sana, mereka menemui developer. Ternyata, apartemen itu baru setengah jadi dan lift belum terpasang. Mereka sangat kecewa dibuatnya. Mereka ingin pulang ke rumah lama mereka, tapi kontrak mereka sudah habis. Dengan sangat terpaksa, mereka harus tetap naik ke atas sana dan tinggal di dalamnya menggunakan tangga darurat. Mereka naik membawa semua barang mereka menggunakan tangga darurat. tangga demi tangga dilalui, mereka terus maju dengan semangat membara.
Sesampainya mereka di lantai 25 mereka kelelahan, mereka makan dan minum dengan lahapnya. Lalu mereka melihat barang-barang mereka, semuanya utuh. Timbul sebuah pikiran untuk mengurangi barang bawaan mereka. Lalu mereka memutuskan untuk meninggalkan meja telepon dengan teleponnya. "Toh diatas kita tidak perlu telepon atau pesan apa-apa," demikian menurut mereka.
Di lantai 30 mereka tinggalkan baju, mainan dan lemari pakaian mereka. "Toh kita masih memakai baju."
Lalu mereka terus melaju ke lantai 35, mereka masih mengeluh dan memutuskan untuk meninggalkan barang mereka lagi yaitu televisi dan radio serta compo. "Soalnya kita tidak perlu nonton tv, toh acara dan lagu-lagu yang kita punya itu-itu saja."
Teruslah mereka melaju sampai lantai 45, rasanya masih berat dan tidak menyenangkan. Maka mereka tinggalkan kompor dan bahan makanan yang mereka bawa. "Toh tadi masih kenyang makan banyak."
Lalu, di lantai 55 teropong dengan tripod yang sangat besar mereka tinggalkan begitu saja. "Toh di atas mau lihat apa, belum jadi semua tower yang lain."
Sesampainya di lantai 60, mereka masuk dan menyadari yang mereka miliki hanya sebuah kasur. Tidak ada jalan lain, mereka hanya ingin tidur karena tidak ada pilihan lain.
---
Mungkin Anda bingung kenapa perumpamaan ini sangat panjang. Perjalanan itu melambangkan kehidupan. Tiap lantai yang ada, melambangkan umur. Dan Anda adalah keluarga tersebut. Barang-barang tersebut adalah mimpi Anda, barang-barang tersebut adalah perlambang tindakan Anda.
Di umur 25 Anda mulai bekerja dan memutuskan untuk fokus pada pekerjaan Anda, tanpa sadar Anda telah mengeliminasi banyak sahabat potensial. Di umur 30 Anda sudah tidak memperhatikan penampilan dan melupakan hobi Anda akibat sulitnya bersaing. Di umur 35 Anda mulai melupakan kesenangan yang Anda dambakan di hari tua akibat kenyataan bahwa tabungan Anda tidak mencukupi. Di umur 45 Anda berhenti makan makanan yang Anda sukai akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan di usia 25 yang mulai berdampak buruk di usia ini. Di umur 55 Anda benar-benar melupakan keinginan menikmati hari tua dengan memandang indahnya hidup dengan menikmati apa yang Anda lewati, Anda mulai kuatir dengan masa depan anak Anda. Di umur 60, Anda menyesal tidak banyak yang Anda dapat akibat tidak ada mimpi yang direalisasikan. Anda hanya ingin cepat tidur selamanya, karena Anda sudah tidak bisa lagi makan makanan enak, Anda tidak memiliki "achievement" yang bisa dibanggakan, Anda tidak punya siapapun yang menjadi sahabat Anda, Anda tidak bisa menikmati hobi Anda di masa muda, kesehatan badan mengkuatirkan.
Hidup cuma datang sekali. Jadi pastikan, Anda akan berjuang untuk mencaoai mimpi-mimpi Anda! Jangan lepaskan, tapi usahakan. Jangan sampai kita kehabisan pilihan dalam menjalani hidup.
Selamat Ulang Tahun Sigop Elliot Parsaulian Lumbantoruan, I know you have know mhich one the best to do, now it's time to do it.... Fight...
Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti bila tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?
Dan saling menyayangi bila ada ruang?
Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tetapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.
Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi.
Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.
Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.
Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.
Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat.
Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
Pegang tanganku,
tapi jangan terlalu erat,
karena aku ingin seiring, bukan digiring.
(taken from Spasi 1998, Filosofi Kopi, Dewi Lestari, penerbit Gagas Media)
Dapatkah ia dimengerti bila tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?
Dan saling menyayangi bila ada ruang?
Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tetapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.
Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi.
Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.
Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.
Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.
Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat.
Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
Pegang tanganku,
tapi jangan terlalu erat,
karena aku ingin seiring, bukan digiring.
(taken from Spasi 1998, Filosofi Kopi, Dewi Lestari, penerbit Gagas Media)
Salam hangat...!
Latar waktu yang masih dekat ini, mempermudah untuk emmahami kisah kelima sahabat ini, yang pasti, buku ini, mengingatkan saya akan arti persahabatan yang tinggi yang dimiliki oleh manusia dengan sesamanya. Selain itu Buku ini mengajari saya untuk mensyukuri apa yang terjadi di hidup ini. Seperti yang tertulis di buku ini, Alife without risk is a life unlived. Berani bermimpi dan memiliki cita-cita untuk diraih dan yang pasti berusaha untuk meraihnya. Satu hal lagi yang menambah kesukaan saya akan buku ini adalah, penggalan puisi, syair-syair serta lagu yang muncul silih berganti di buku ini sungguh manis sekali..
Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..
Keep our dreams alive, and we will survive.. (---5 Cm---)
Penulis/Author: Donny Dhirgantoro
Penerbit/Publisher: Grasindo
Cetakan/Edition: 2005
Kategori/Category: Fiksi
ISBN: 979-759-151-4
Penerbit/Publisher: Grasindo
Cetakan/Edition: 2005
Kategori/Category: Fiksi
ISBN: 979-759-151-4
Satu lagi karya anak bangsa yang membuat saya terkagum-kagum adalah buku 5 Cm. Buku karya penulis Donny Dhirgantoro ini, laris manis di pasaran, bahkan sudah memasuki cetakan ke-11, hal ini mebuktikan bahwa buku yang ditulis tahun 2005 ini, memiliki pikat dan daya tarik tersendiri yang mampu membuat pembacanya tertarik dengan buku ini.
Bercerita tentang 5 sahabat (Genta, Arial, Riani, Zafran dan Adrian/Ian) yang sudah bersahabat sejak mereka masih duduk di bangku SMA, hingga mereka semua sudah berumur lebih dari seperempat abad seperti kata mereka. Persahabatan mereka yang asik, ceria dan terkadang konyol selama masa muda mereka yang dibumbui oleh kisah-kisah yang sulit dilupakan selama hidup. Mereka berlima disatukan dengan keunikan masing-masing. namun yang pasti persahabatan mereka tetap terjalin dengan baik. Keakraban mereka dengan cara mereka sendiri dalam menyelesaikan setiap masalah mereka seperti misalnya bicara tidak lebih dari 3 menit, atau bahkan kegermaran mereka dalam musik yang walau berbeda aliran namun tidak menjadi penghalan bagi mereka. Setiap hari dilalui bersama-sama. Sehingga untuk menghindari rasa bosan dan kejenuhan yang mereka rasakan, mereka memutuskan untuk tidak saling berkomunikasi selama 3 bulan, berusaha untuk mencari kesibukan sendiri untuk mengusir rasa kangen mereka selama 3 bulan kedepan, Ian dengan skripsinya, Arial dengan kisah asmaranya bersama Indy, perempuan yang ditemuinya di tempat fitness, Genta, Zafran dan Riani dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Rencananya pertemuan mereka berlima akan dirayakan secara meriah, namun Genta memiliki ide lain, mereka akan merayakan pertemuan mereka dengan mendaki Gunung Mahameru sekaligus merayakan perayaan 17 Agustusan. Genta mengingatykan teman-temannya agar bertemu di stasiun Senen tepat tanggal 17 dengan membawa peralatan yang sudah diberitahukannya terlebih dahulu. Kali ini ditambah dengan saudara kembar Arial yaitu Arinda yang ditaksir habis-habisan oleh Zafran. Maka dimulailah perjalanan mereka, mulai dari stasiun Senen, hingga perjalanan mereka mendaki gunung Mahameru yang disebut sebagai perjalanan hati yang spiritual.
Secara keseluruhan, buku ini menceritakan persahabatan kelima sahabat tersebut, dan perjalanan mereka dalam mendaki gunung Mahameru. Bahasa yang digunakan mudah dimengerti karena masih menggunakan bahasa anak muda zaman sekarang. Pengungkapan tempat-tempatnya yang cukup detil juga membuat cerita ini terasa cukup jelas. Hanya saja, cerita bagian akhri yang bercerita tentang 10 tahun kedepan terasa tidak perlu ada dalam buku, dan penggunaan sudut pandang penulis dalam cerita yang kadang berubah-ubah orang, terkadang membuat bingung.
Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..
Keep our dreams alive, and we will survive.. (---5 Cm---)
Salam hangat...!
Gosh... liburan panjang yang sering saya sebut boring, frustating irritating holiday ini, memaksa saya untuk mecari kesibukan guna mengusir rasa bosan yang sangat ini.... Nah salah satunya dengan banyak-banyak membaca buku... Hobby sakral saya yang sudah saya jaga bertahun-tahun. :D, nah kali minmini buku pilihan saya jatuh ke 5 Cm, a book by the author Donny Dhirgantoro.
Dan lagi-lagi, saya ternyata sudah sangat ketinggalan sekali... Hahaha Sigop.... Where have you been this long, Ketika ngeliat buku ini, saya berkata dalam hati, wah buku baru nih... Kayaknya enak, pinjem ahh.... Pulang ke Kost-an, nyiapin minuman dingin dan keripik (Yay... i love the way i enjoy my reading time..), mulai membaca buku...
Pas saya buka halaman pertamanya, tertulis, CETAKAN KE-11 Juni 2011... Hahahahahhaha asli ngakak banget.... kenapa gue selalui jadi orang yang ketinggalan akan hal-hal yang bagus dan menarik... Anyway, Buku ini selesai saya baca dalam sehari dan kesan saya adalah.. BUKU INI BAGUSSSSSS BANGET... Jarang-jarang saya dapat karya anak negeri yang bagus kayak karya mas Donny ini (selamat ya mas Donny Dhirgantoro, yo've done a great job..), all in, buku yang bercerita tentang 5 orang sahabat dalam pendakian mereka ke Gunung Mahahmeru ini, memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi saya akan pandangan mengenai mimpi-mimpi saya, akan ambisi saya selama ini, akan sikap-sikap saya dalam persahabatan, sampai pengetahuan-pengetahun akan karya sastra dan musik mas Donny yang saya acungi jempol...... Well, silahkan baca buku ini, karena ada banyak pelajaran yang akan anda dapatkan didalamnya.
Gosh... liburan panjang yang sering saya sebut boring, frustating irritating holiday ini, memaksa saya untuk mecari kesibukan guna mengusir rasa bosan yang sangat ini.... Nah salah satunya dengan banyak-banyak membaca buku... Hobby sakral saya yang sudah saya jaga bertahun-tahun. :D, nah kali minmini buku pilihan saya jatuh ke 5 Cm, a book by the author Donny Dhirgantoro.
Dan lagi-lagi, saya ternyata sudah sangat ketinggalan sekali... Hahaha Sigop.... Where have you been this long, Ketika ngeliat buku ini, saya berkata dalam hati, wah buku baru nih... Kayaknya enak, pinjem ahh.... Pulang ke Kost-an, nyiapin minuman dingin dan keripik (Yay... i love the way i enjoy my reading time..), mulai membaca buku...
Pas saya buka halaman pertamanya, tertulis, CETAKAN KE-11 Juni 2011... Hahahahahhaha asli ngakak banget.... kenapa gue selalui jadi orang yang ketinggalan akan hal-hal yang bagus dan menarik... Anyway, Buku ini selesai saya baca dalam sehari dan kesan saya adalah.. BUKU INI BAGUSSSSSS BANGET... Jarang-jarang saya dapat karya anak negeri yang bagus kayak karya mas Donny ini (selamat ya mas Donny Dhirgantoro, yo've done a great job..), all in, buku yang bercerita tentang 5 orang sahabat dalam pendakian mereka ke Gunung Mahahmeru ini, memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi saya akan pandangan mengenai mimpi-mimpi saya, akan ambisi saya selama ini, akan sikap-sikap saya dalam persahabatan, sampai pengetahuan-pengetahun akan karya sastra dan musik mas Donny yang saya acungi jempol...... Well, silahkan baca buku ini, karena ada banyak pelajaran yang akan anda dapatkan didalamnya.
diujung senja...
seharusnya kenikmatan yang kau dapat..
menikmati tuaian masa tuamu
dari perjuangan perjuangan masa lalu...
diujung senja...
tubuh renta...rangka berbalut kulit yang keriput..
menegaskan luka dan derita
sepanjang jalan yang kau tempuh...
namun tidak bagimu...
diujung senjamu, bukan nikmat yang kau dapat..
bukan tuaian masa mudamu..
bukan pula senja indah yang kau raih...
setitik sesal muncul di dada..
haruskah kukhianati perjuangan masa mudaku..
bukan kebahagiaan yang kau dapat..
masalah silih berganti...
haruskah kubawakan padamu
senja indah yang kau harapkan..
yang dibungkus tawa..
di hari ulang tahunmu ini??
(selamat Hari Kemerdekaan ke 66.... Jaya terus Indonesia)
Puisinya masih kaku kali.... baru belajar untuk buat puisi...
seharusnya kenikmatan yang kau dapat..
menikmati tuaian masa tuamu
dari perjuangan perjuangan masa lalu...
diujung senja...
tubuh renta...rangka berbalut kulit yang keriput..
menegaskan luka dan derita
sepanjang jalan yang kau tempuh...
namun tidak bagimu...
diujung senjamu, bukan nikmat yang kau dapat..
bukan tuaian masa mudamu..
bukan pula senja indah yang kau raih...
setitik sesal muncul di dada..
haruskah kukhianati perjuangan masa mudaku..
bukan kebahagiaan yang kau dapat..
masalah silih berganti...
haruskah kubawakan padamu
senja indah yang kau harapkan..
yang dibungkus tawa..
di hari ulang tahunmu ini??
(selamat Hari Kemerdekaan ke 66.... Jaya terus Indonesia)
Puisinya masih kaku kali.... baru belajar untuk buat puisi...
Salam hangat...
NDEFINED
NDEFINED
Lomba Cipta Cerita Pendek Pemuda 2011
Kembali, Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menggelarLomba Cipta Cerita Pendek Pemuda 2011 yang diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada pemuda yang berprestasi dan berbakat dalam bidang sastra. Selain itu Kemenpora juga ingin memberikan ruang, pengakuan, dan penghargaan terhadap pemuda Indonesia atas prestasi, karya, dan kreativitas sebagai inspirasi dan motivasi bagi kalangan pemuda.
Tahun ini, Lomba Cipta Cerpen Pemuda bertema “Ketika Pemuda Membangun Masyarakatnya”. Peserta adalah warga negara Indonesia dari unsur pelajar, mahasiswa, dan pemuda umum berusia 16 sampai 30 tahun.
Peserta bebas menulis cerpen dengan judul apa saja, namun isi cerpen harus berkaitan dengan tema lomba. Penulisan cerpen menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta diketik dengan huruf Times New Roman ukuran 12, spasi 1.5, maksimal 20 halaman kwarto. Isi cerpen tidak mendiskreditkan SARA, gender, dan tidak melanggar UU pornografi atau perundang-undangan lainnya.
Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 (satu) judul cerpen dari karya terbaik. Cerpen yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan di manapun dan dalam bentuk apapun.
Jangan lupa, lampirkan pula biografi singkat maksimal satu halaman, fotokopi KTP, dan mencantumkan nomor kontak aktif (rumah, kantor, handphone) yang bisa dihubungi. Sertakan juga fotokopi buku tabungan atas nama peserta dan NPWP pribadi karena hadiah akan langsung ditransfer ke rekening pemenang.
Batas terakhir penerimaan naskah cerpen dan lampirannya adalah 10 September 2011. Naskah cerpen yang sudah dikirim menjadi hak panitia. Hak cipta tetap ada pada penulis, sedangkan panitia hanya berhak untuk mempublikasikan dalam bentuk buku kumpulan cerpen.
Tahun ini, Lomba Cipta Cerpen Pemuda bertema “Ketika Pemuda Membangun Masyarakatnya”. Peserta adalah warga negara Indonesia dari unsur pelajar, mahasiswa, dan pemuda umum berusia 16 sampai 30 tahun.
Peserta bebas menulis cerpen dengan judul apa saja, namun isi cerpen harus berkaitan dengan tema lomba. Penulisan cerpen menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta diketik dengan huruf Times New Roman ukuran 12, spasi 1.5, maksimal 20 halaman kwarto. Isi cerpen tidak mendiskreditkan SARA, gender, dan tidak melanggar UU pornografi atau perundang-undangan lainnya.
Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 (satu) judul cerpen dari karya terbaik. Cerpen yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan di manapun dan dalam bentuk apapun.
Jangan lupa, lampirkan pula biografi singkat maksimal satu halaman, fotokopi KTP, dan mencantumkan nomor kontak aktif (rumah, kantor, handphone) yang bisa dihubungi. Sertakan juga fotokopi buku tabungan atas nama peserta dan NPWP pribadi karena hadiah akan langsung ditransfer ke rekening pemenang.
Batas terakhir penerimaan naskah cerpen dan lampirannya adalah 10 September 2011. Naskah cerpen yang sudah dikirim menjadi hak panitia. Hak cipta tetap ada pada penulis, sedangkan panitia hanya berhak untuk mempublikasikan dalam bentuk buku kumpulan cerpen.
HadiahAlamat PengirimanPanitia Lomba Cipta Cerpen Pemuda 2011
Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda
Kementrian Pemuda dan Olahraga RI
Jalan Gerbang Pemuda No. 3 Senayan, JakartaAtau bisa juga via email yadanu@ymail.com
- Tiga pemenang akan mendapatkan hadiah berupa tropi, piagam penghargaan, buku kumpulan cerpen, dan uang tunai
- Juara I : Rp 7 Juta
- Juara II : Rp 6 Juta
- Juara III : Rp 5 Juta
- Juara II : Rp 6 Juta
- Juara III : Rp 5 Juta
- Tiga pemenang harapan akan mendapatkan hadiah berupa piagam penghargaan, buku kumpulan cerpen, dan uang tunai
- Juara Harapan I : Rp 3 Juta
- Juara Harapan II : Rp 2 Juta
- Juara Harapan III : Rp 1 Juta
- Juara Harapan II : Rp 2 Juta
- Juara Harapan III : Rp 1 Juta
- Empat belas nominator akan mendapat piagam penghargaan dan buku kumpulan cerpen.
- Hadiah uang tunai tersebut belum termasuk pajak.
Langganan:
Komentar (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact